Rabu, 23 September 2020

Sejarah Kebudayaan Islam

 BAB III 

HIJRAH KE HABASYAH  

A. Sebab Para Sahabat Nabi Muhammad Hijrah ke Habasyah

  1. Nabi Muhammad Saw. setiap hari menyaksikan pengikutnya terus menerus dianiaya dan diperlakukan sewenang-wenang oleh kaum Kafir Quraisy. 
  2. Penderitaan kaum muslimin membuat Nabi merasa sedih.
  3. Kekerasan yang dilakukan kaum kafir Quraisy semakin meningkat.
  4. Memperluas daerah penyebaran agama Islam
  5. Negeri Habasyah di Pimpin oleh seorang raja yang adil dan tidak pernah  berbuat sewenang-wenang
1.  Hijrah ke Habasyah tahap pertama
  • Kaum muslimin yang hijrah berangkat dari kota Makkah dengan diam-diam dan sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh kaum kafir Quraisy
  • rombongan terdiri dari 10 orang pria dan 5 orang wanita di antaranya, Usman bin Affan bersama istrinya Ruqayyah (putri Nabi Muhammad Saw.), Abu Hudzaifah beserta istrinya Sahlah binti Suhail bin Amr, Zubair bin Awwam, Mush’ab bin Umair, Abu Salamah beserta istrinya yang bernama Ummu Salamah binti Abu Umaiyyah, Utsman bin Madz’un, Abdurahman bin auf , rombongan hijrah ini dipimpin langsung oleh Usman bin Affan.
  • Mereka diterima dan dihormati dengan pengormatan yang sebaik-baiknya dari Raja Najasyi. Kemudian Raja Habasyah menempatkan mereka di Negash yang terletak di sebelah utara Provinsi Tigray. Wilayah yang kemudian  menjadi pusat penyebaran Islam di Habasyah.
2. Hijrah ke Habasyah tahap kedua

  • Hijrah ke Habasyah tahap ke dua berjumlah 101 terdiri atas 83 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Yang menjadi kepala rombongan adalah Ja’far bin Abi Thalib.
  • Kafir Quraisy membuat undang- undang pemboikotan terhadap keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib  serta  semua  pengikut  Nabi  Muhammad Saw. Isi undang-undang pemboikotan itu antara lain:
  1. Nabi Muhammad Saw. dan kaum keluarganya serta kaum pengikutnya tidak diperkenankan menikah dengan kaum Quraisy lainnya.
  2. Kaum Quraisy tidak diperkenankan berjual beli barang dengan Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya serta pengikutnya.
  3. Kaum Quraisy dilarang menjalin persahabatan dengan Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya serta pengikutnya.
  4.  Kaum Quraisy tidak diperkenankan untuk mengasihi dan menyayangi Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya serta pengikutnya.
  5. Undang-Undang ini berlaku selama keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthallib belum menyerahkan Nabi Muhammad Saw. kepada kaum Quraisy.
  • Setelah kaum Kafir Quraisy mendengar kaum muslimin hijrah ke Habasyah, maka mereka mengutus Amr bin Ash dan Amrah bin Walid untuk menemui raja Habasyah dan meminta kepada Raja Najasyi untuk mengusir kaum muslimin. Sebelum Raja Najasyi menjawab kedua utusan Kaum Kafir Quraisy  Makkah, beliau meminta pertimbangan kepada  wakil  dari  kaum  muslimin  yaitu  Ja’far  bin Abu Thalib.Raja Najasyi menolak permintaan dari utusan kaum Kafir Quraisy Makkah. Kaum muslimin tetap diperbolehkan tinggal di Negeri Habasyah.  Dan  ada sebagian yang selamanya tetap tinggal di Habasyah untuk mengembangkan Agama Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar