Minggu, 25 Oktober 2020

AKIDAH AKHLAK BAB V - INDAHNYA BERPERILAKU TERPUJI

BAB V

INDAHNYA BERPERILAKU TERPUJI

A. Kisah Bilal Bin Rabbah

KETEGUHAN DAN KETABAHAN BILAL BIN RABBAH

                Namanya adalah Bilal bin Rabah, muazin Rasulullah SAW.  Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus- Sauda‟ (putra wanita hitam). Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.

                Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Saw. mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu‟minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad. Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah.

            Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”








BAB IV AKIDAH AKHLAK - INDAHNYA BERPERILAKU AMANAH

 









Jumat, 16 Oktober 2020

Akidah Akhlak BAB III Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

 BAB III

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH


A. Mengenal Kitab Allah SWT

KITAB ZABUR 

  • Zabur artinya tulisan
  • Diturunkan kepada Nabi Daud
  • Berisi tentang : beberapa Dzikir, Pengajaran dan Hikmah. Kitab Zabur merupakan petunjuk atau wahyu dari Allah untuk Bani Israil.

KITAB TAURAT

  • Taurat artinya Syariat/Perintah
  • Diturunkan kepada Nabi Musa As
  • Berisi tentang: keyakinan untuk menyembah Allah Swt serta larangan menyembah berhala. Taurat juga menjelaskan perihal tentang kabar gembira atas kedatangan Nabi Muhammad SAW

KITAB INJIL

  • Injil artinya kabar gembira 
  • Diturunkan kepada Nabi Isa 
  • Berbahasa Yunani
  • Berisi tentang: keterangan dan ajaran –ajaran yang membenarkan atau memperkuat ajaran yang terdapat pada kitab-kitab sebelumnya.

AL QUR'AN

  • Al-Quran artinya bacaan
  • Diturunkan kepada nabi Muhammad Saw 
  • Berbahasa Arab
  • Berisi tentang : akidah dan keimanan , ibadah, penciptaan manusia, kisah-kisah, hubungan manusia dengan Allah dan petunjuk untuk keluarga, bermasyarakat dan bernegara.




B. Meyakini Kitab-Kitab Allah

Meyakini Kitab-kitab Allah Swt. berarti mempercayai bahwa Allah Swt. menurunkan ajaran-ajaran-Nya dalam sebuah kitab kepada para nabi dan rasul untuk dijadikan petunjuk bagi umat manusia. Kewajiban manusia terhadap Kitab-kitab Allah Swt. Di antaranya adalah:

a.  Mempercayai adanya empat Kitab-kitab Allah Swt.

b.  Mempercayai bahwa seluruh kitab tersebut datangnya dari Allah Swt.

c.  Membenarkan berita-berita tentang Kitab-kitab terdahulu dalam Al-Quran.

d.  Mengamalkan hukum-hukum dari al-Quran

Kitab yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul, menjadi petunjuk bagi umatnya masing- masing. Namun setelah datangnya al-Quran maka semua umat manusia harus mengikuti al- Quran, karena al-Quran merupakan penyempurna syariat dan ajaran umat-umat sebelumnya.

Hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah Swt. diantaranya:

a.       Menyadari bahwa Allah Swt. sangat sayang kepada kita sehingga harus banyak bersyukur.

b.      Selalu melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan larangan-Nya, karena kita tahu hukum-hukum yang ditetapkan Allah Swt.

c.       Meyakinkan kita bahwa Islam adalah agama untuk seluruh umat manusia. Mengetahui kebesaran dan keagungan Allah Swt. melalui kitab-kitab yang diturunkan-Nya


Hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT :

  • Menyadari bahwa Allah SWT sangat sayang kepada kita sehingga harus banyak bersyukur
  • Selalu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, karena kita tahu hukum-hukum yang ditetapkan Allah SWT.
  • Meyakinkan kita bahwa Islam adalah agama untuk seluruh umat manusia
  • Mengetahui kebesaran dan keagungan Allah SWT, melalui kitab-kitab yang diturunkan-Nya


HIKMAH

  • Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur‟an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya ) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah perkara meraka menurut apa yang telah Allah Swt turunkan dan janganlah kamu menuruti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah Swt menghendaki , niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah Swt hendak menguji kamu terhadap pemberian- Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan, hanya kepada Allah lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan – Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. ( al-Quran surah al-Maidah : 48 )
  • Barang siapa yang membaca satu huruf al-Quran maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dibalas sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf mim satu huruf (HR. Timidzi)

Senin, 05 Oktober 2020

BAB II - AKIDAH AKHLAK

BAB II

MENGENAL ALLAH MELALUI ASMAUL HUSNA


Asmaul Husna adalah nama-nama yang dimiliki oleh Allah Swt sebagai penggambaran dari sifat-Nya. Rasulullah Saw sendiri menggambarkan betapa pentingnya bagi seorang muslim untuk mengenali nama-nama-Nya hingga dijanjikan meraih surga.

A. Mengenal Sifat Allah Al Malik

Allah Swt yang Maha Merajai Seluruh Alam

        Al-Malik ( yang Maha Merajai ) artinya Allah Swt berkuasa atas segala sesuatu, baik dalam hal memerintah ataupun melarang. Selain itu, al-Malik juga bermakna yang memiliki segala sesuatu. Dia tidak membutuhkan kepada sesuatupun, tapi sebaliknya, segala sesuatu membutuhkan-Nya.


Kekuasaan dan kerajaan Allah Swt itu sempurna dan tidak terbatas. Kekuasaan-Nya itu Maha Tinggi, tidak dapat disentuh dan dipengaruhi oleh siapa pun. Allah Swt sebagai pemberi sekaligus pencabut kekuasaan makhluk-Nya, termasuk kekuasaan manusia yang bersifat duniawi. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah Swt manusia harus bersikap rendah hati, tidak sombong, tidak semena-mena, tidak angkuh dengan kekuasaan yang bersifat semu dan sementara seperti: kekuasaan politik, jabatan kementerian, kepemimpinan pada sebuah institusi, kepengurusan pada sebuah organisasi atau partai dan sebagainya.


B. Mengenal Sifat Allah AL-Quddus

Allah Yang Maha Suci

Yang dimaksud nama Allah „Al Quddus‟ adalah Dia bersih dari segala macam kekurangan dan „aib serta kesalahan. Artinya Allah Swt amat jauh dari sifat-sifat jelek dan lebih pantas menyandang sifat-sifat baik nan mulia.

Al Quddus berarti Maha Suci. maka Allah Swt menyukai kebersihan dan kesucian. oleh karena itu kita sebagai manusia hendaklah selalu dalam keadaan bersih, misalnya kita diwajibkan berwudlu sebelum shalat. Untuk menghadap Allah Swt. Tubuh harus bersih dari kotoran dan najis. Menyucikan pikiran kita dari niat buruk, prasangka buruk, dan nafsu yang kotor, karena niat buruk akan menghasilkan kejahatan sedangkan nafsu yang kotor akan menghasilkan kemaksiatan.

Hikmah dari sifat al Quddus adalah,

1.      Kita dapat menikmati apa pun tanpa prasangka buruk karena Allah Swt berdasarkan prasangka hamba-Nya. Yang terpenting kejadian apapun yang menimpa harus mengubah kita menjadi lebih baik,

2.      Siap dengan ketidak sempurnaan diri.

3.      Siap dengan segala kekurangan orang lain


C. Mengenal Sifat Allah Al ‘Aziz

ANYA ALLAH LAH YANG MAHA PERKASA

Al-„Aziz merupakan salah satu asma‟ul husna Allah. Al-„Aziz berarti Allah Swt. Maha Perkasa. Dia dapat berbuat sesuai dengan kehendak-Nya. Jika Dia menghendaki banjir terjadi, banjir itu pun akan terjadi. Jika Allah Swt. menghendaki hujan yang turun berhenti sesaat, hal itu pasti terjadi. Bahkan, ketika Dia berkehendak turun hujan, ketika matahari bersinar, hal itu pun pasti terjadi. Demikianlah, kehendak Allah Swt. pasti terwujud.

Allah Swt. pastilah zat Yang Maha Perkasa. Dia telah menciptakan alam dan seluruh isinya tanpa bantuan siapa pun. Dia juga sendirian dalam mengatur makhluk-Nya. Zat yang mampu melakukan hal tersebut tentulah Zat Yang Maha Perkasa.

Kekuatan serta keperkasaan Allah Swt melebihi serta mengatasi segala kekuatan dan keperkasaan yang ada di alam semesta ini. Oleh karena itu tidak akan mungkin dapat dihadapi dan dilawan oleh kekuatan serta keperkasaan yang bagaimana pun juga hebatnya.

Allah Swt berfirman dalam QS. Yasin ayat 1-5 yang menunjukkan bahwa diriNya yang memiliki Maha Keperkasaan dan Maha kasih sayang.

Berkaitan asma‟ul husna al-„Aziz yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari hari adalah memiliki sikap tegar dalam menghadapi segala masalah. Tegar dalam menuntut ilmu, menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menghadapi musibah yang datang, serta selalu memiliki akhlak dan watak “izzah” (kuat, tangguh) dalam menggapai cita-cita






Jumat, 02 Oktober 2020

AKIDAH AKHLAK BAB I

 BAB I

INDAHNYA KALIMAT TAYYIBAH


A. SUBHANALLAH

        Kalimat “Subhanallah” yang mempunyai arti Maha Suci Allah. Secara bahasa ungkapan subhanallah berarti aku menyucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak untuk-Nya.

        Ketika seseorang menyaksikan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keagungan Allah Swt. maka seseorang dianjurkan untuk mengungkapkan “Subhanallah”. Tujuannya adalah untuk menyucikan Allah dari berkurangnya keagungan-Nya, atau menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan.

        Kalimat Subhanallah disebut juga bacaan tasbih. Kalimat tasbih adalah ungkapan untuk memuji Allah Swt. Zat yang paling suci di alam semesta ini hanyalah Allah Swt, maka sesuai dengan artinya, kalimat ini mengandung makna penyucian nama dan Zat Allah Swt. Nama Allah harus tetap suci dari segala bentuk kemusyrikan dan kekurangan. Karena Allah-lah pemilik segala kesempurnaan.

        Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah Swt, memuji kebesaran Allah Swt. Firman Allah dalam surah al-Jumuah:1


        Bertasbih artinya mengakui keagungan Allah Swt. tidak ada yang berkuasa selain Allah Swt dan mengakui kelemahan serta keterbatasan kita sebagai manusia yang tidak memiliki daya dan kekuatan.


        Kalimat tayyibah Subhanallah juga diucapkan ketika mengingatkan imam dalam salat ketika lupa bacaan atau gerakan salat bagi makmum laki-laki, berzikir sesudah salat fardhu, dan mendengar kejadian luar biasa.


        Dengan bertasbih akan mendekatkan diri kepada Allah Swt, menambah keimanan kepada Allah Swt, menambah pahala, dan menjauhkan diri dari perbuatan syirik.


B. MASYAA ALLAH

        Kalimat “Masya Allah” yang artinya Allah Swt telah berkehendak akan hal itu. Kalimat terebut diucapkan ketika melihat sesuatu atau kejadian yang indah maupun menakjubkan, Contohnya, ketika melihat bangunan yang indah dan megah, memasuki kebun yang cantik, teknologi yang canggih, prestasi yang membanggakan, fisik yang kuat, melihat keindahan pemandangan alam, orang yang cantik atau tampan, serta mukjizat-mukjizat, dan karomah.


        Masya Allah diungkapkan untuk menunjukkan kekaguman seseorang atau kejadian yang digunakan sebagai ekspresi penghargaan. Sementara dalam waktu yang sama juga sebagai pengingat bahwa semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak Allah Swt.

C. ALLAHU AKBAR

        Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar yang disebut juga bacaan takbir. Allah Swt adalah Zat Yang Maha besar. Penciptaan alam semesta dan seluruh isinya telah cukup menjadi bukti kebesaran Allah Swt. Mengagungkan kebesaran Allah Swt menjadi kewajiban setiap muslim. Mengingat kebesaran Allah Swt dapat menghindarkan manusia dari sifat sombong.
        Salah satu cara mengingat kebesaran Allah Swt adalah dengan membiasakan diri mengucapkan Allahu Akbar. Allah Swt sanggup menjadikan segala hal yang tidak mungkin menurut kita menjadi mungkin. Bagi Allah Swt, sangatlah mudah menjadikan hal tersebut. 
        Allah Swt berfirman dalam Surah Yasin ayat 82:

        Banyak bukti yang menunjukkan bahwa Allah Swt itu Maha Besar. Misalnya, penciptaan alam semesta dengan seluruh isinya, penciptakan matahari dan bulan, keduanya berfungsi berjalan pada orbitnya masing- masing dan tidak pernah berbenturan. Allah Swt menciptakan langit dan bumi. Bumi diciptakan sebagai hamparan dan langit diciptakan di atas bumi tanpa memiliki tiang penyangga.

        Allahu Akbar juga sering diteriakkan oleh pahlawan yang berjuang menegakkan agama Allah Swt, misalnya para pahlawan yang melawan penjajah Belanda. Teriakan Allahu Akbar dapat membangkitkan semangat juang melawan kezaliman. Di penghujung puasa Ramadan, pada malam Hari Raya Idul Fitri seluruh umat Islam berama-sama mengagungkan kebesaran Allah Swt dengan gema takbir. Selain itu kalimat tayyibah Allahu Akbar juga diucapkan ketika mengumandangkan azan dan iqomah.