BAB II
MENGENAL ALLAH MELALUI ASMAUL HUSNA
Asmaul
Husna adalah nama-nama yang dimiliki oleh Allah Swt sebagai penggambaran dari
sifat-Nya. Rasulullah Saw sendiri menggambarkan betapa pentingnya bagi seorang
muslim untuk mengenali nama-nama-Nya hingga dijanjikan meraih surga.
A. Mengenal
Sifat Allah Al Malik
Allah Swt yang Maha Merajai Seluruh Alam
Al-Malik ( yang Maha Merajai ) artinya Allah Swt berkuasa atas segala sesuatu,
baik dalam hal memerintah ataupun melarang. Selain itu, al-Malik juga bermakna yang memiliki segala sesuatu. Dia tidak
membutuhkan kepada sesuatupun, tapi sebaliknya, segala sesuatu membutuhkan-Nya.
Kekuasaan
dan kerajaan Allah Swt itu sempurna dan tidak terbatas. Kekuasaan-Nya itu Maha
Tinggi, tidak dapat disentuh dan dipengaruhi oleh siapa pun. Allah Swt sebagai
pemberi sekaligus pencabut kekuasaan makhluk-Nya, termasuk kekuasaan manusia
yang bersifat duniawi. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah Swt manusia harus
bersikap rendah hati, tidak sombong, tidak semena-mena, tidak angkuh dengan
kekuasaan yang bersifat
semu dan sementara seperti: kekuasaan politik, jabatan kementerian,
kepemimpinan pada sebuah institusi, kepengurusan pada sebuah organisasi atau
partai dan sebagainya.
B. Mengenal Sifat Allah AL-Quddus
Allah Yang Maha Suci
Yang dimaksud nama Allah „Al Quddus‟ adalah Dia bersih dari segala macam kekurangan dan „aib serta kesalahan. Artinya Allah Swt amat jauh dari sifat-sifat jelek dan lebih pantas menyandang sifat-sifat baik nan mulia.
Al Quddus berarti Maha Suci. maka Allah Swt menyukai kebersihan dan kesucian. oleh karena itu kita sebagai manusia hendaklah selalu dalam keadaan bersih, misalnya kita diwajibkan berwudlu sebelum shalat. Untuk menghadap Allah Swt. Tubuh harus bersih dari kotoran dan najis. Menyucikan pikiran kita dari niat buruk, prasangka buruk, dan nafsu yang kotor, karena niat buruk akan menghasilkan kejahatan sedangkan nafsu yang kotor akan menghasilkan kemaksiatan.
Hikmah dari sifat al Quddus adalah,
1. Kita dapat menikmati apa pun tanpa prasangka buruk karena Allah Swt berdasarkan prasangka hamba-Nya. Yang terpenting kejadian apapun yang menimpa harus mengubah kita menjadi lebih baik,
2. Siap dengan ketidak sempurnaan diri.
3. Siap dengan segala kekurangan orang lain
C. Mengenal
Sifat Allah Al ‘Aziz
ANYA ALLAH LAH YANG MAHA PERKASA
Al-„Aziz merupakan
salah satu asma‟ul
husna Allah. Al-„Aziz berarti Allah Swt. Maha Perkasa. Dia dapat berbuat sesuai
dengan kehendak-Nya. Jika Dia menghendaki banjir terjadi, banjir itu pun akan
terjadi. Jika Allah Swt. menghendaki
hujan yang turun berhenti sesaat, hal itu pasti terjadi. Bahkan, ketika Dia
berkehendak turun hujan, ketika matahari bersinar, hal itu pun pasti terjadi.
Demikianlah, kehendak Allah Swt. pasti terwujud.
Allah Swt.
pastilah zat Yang Maha Perkasa. Dia telah menciptakan alam dan seluruh isinya
tanpa bantuan siapa pun. Dia juga sendirian dalam mengatur makhluk-Nya. Zat
yang mampu melakukan hal tersebut tentulah Zat Yang Maha Perkasa.
Kekuatan serta keperkasaan
Allah Swt melebihi serta mengatasi segala kekuatan dan keperkasaan yang ada di alam semesta ini. Oleh karena
itu tidak akan mungkin
dapat dihadapi dan dilawan
oleh kekuatan serta keperkasaan yang bagaimana pun juga hebatnya.
Allah Swt berfirman dalam QS. Yasin ayat
1-5 yang menunjukkan bahwa diriNya yang memiliki Maha
Keperkasaan dan Maha kasih sayang.
Berkaitan asma‟ul husna al-„Aziz yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari hari adalah
memiliki sikap tegar dalam menghadapi segala masalah. Tegar dalam menuntut
ilmu, menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menghadapi musibah
yang datang, serta selalu memiliki akhlak dan watak “izzah” (kuat, tangguh)
dalam menggapai cita-cita