Selasa, 03 November 2020

BAB VI

MENGHINDARI SIKAP TERCELA

MELALUI KISAH TSA’LABAH


A. Kisah Tsa'labah

        Ketika miskin Tsa'labah dikenal sebagai seorang sahabat Rasululah yang tekun beribadah.  Tsa'labah ingin didoakan Rasulullah SAW menjadi orang kaya karena sudah bosan menjalani hidup yang serba kekurangan. Setelah kaya raya, Tsalabah yang dulu setiap shalat lima waktu selalu berjamaah di masjid, sekarang hanya datang ke masjid pada waktu shalat zuhur dan Ashar saja. Ia tidak pernah menyerahkan shadakahnya sedikitpun. Setelah Allah menurunkan ayat tentang kewajiban zakat. Rasulullah mengutus dua orang sahabat untuk menjadi amil zakat. Seluruh umat Islam di Madinah yang hartanya dipandang sudah nishab zakat didatangi, tak terkecuali Tsa‟labah pun mendapat giliran. Kedua utusan Rasulullah membacakan ayat zakat di hadapan Tsa‟labah. Kemudian setelah dihitung dari seluruh harta kekayaannya ternyata memang banyak harta Tsa‟labah yang harus diserahkan sebagai zakat. Tak disangka, Tsa‟labah mukanya berubah merah, ia berang tidak mau memayar zakat.

        Kemudian Allah menurunkan ayat 75 dalam surat at Taubah, tentang ciri-ciri orang munafik. Tsa‟labah tertegun, ia baru sadar bahwa nafsu angkara murka telah lama memperbudaknya. Kini ia bergegas menghadap Rasulullah dengan membawa zakat dari seluruh hartanya. Namun Rasulullah tidak berkata apa-apa kecuali hanya sepatah kata, “Sebab kedurhakaanmu, Allah melarangku untuk menerima zakatmu!”

        Tsa‟labah berjalan lunglai kembali kerumahnya. Hari-hari dalam hidupnya hanya dipenuhi dengan penyesalan yang tiada arti. Sampai suatu hari terdengar kabar Rasulullah telah wafat, ia semakin bersedih karena taubatnya tidak diterima oleh Rasulullah hingga beliau wafat.

        Tsa‟labah mencoba mendatangi khalifah Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah. Ia datang dengan membawa zakatnya. Apakah Abu Bakar menerimanya? Abu Bakar hanya berkata, “Rasulullah saja tidak mau menerima zakatmu, bagaimana mungkin aku menerima zakatmu?”

        Demikian pula di jaman kekhalifahan Umar bin Khattab, Tsa‟labah mencoba menyerahkan zakatnya. Umar pun tidak mau menerima sebagaimana Rasulullah dan Abu Bakar tidak mau menerima zakatnya. Bahkan sampai khalifah Utsman bin Affan juga tidak mau menerima zakat Tsa‟labah karena Rasulullah, Abu Bakar dan Umar tidak mau menerima zakatnya.

        Demikianlah kisah Tsalabah, Allah sangat murka kepada orang yang berakhlak tercela, seperti tergambar dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 75-78

B. Mengambil hikmah dari kisah Tsa'labah

Tsalabah adalah orang yang melupakan janjinya. Ketika diuji dengan hewan ternak yang banyak, Tsalabah lupa mengerjakan shalat berjamaah di masjid bersama Rasulullah Saw. Bahkan lupa mengerjakan Shalat Jumat karena kesibukannya mengurus hewan ternak.Selain melupakan janjinya, Tsalabah juga enggan membayar zakat. Tsalabah termasuk orang yang tidak mentaati Allah Swt. dan Rasulnya. Tsalabah juga termasuk orang yang tamak, sombong, dan kufur nikmat. Setelah hewan ternaknya banyak, waktunya hanya dipergunakan untuk mengurusi hewannya dan memikirkan bagaimana supanya ternaknya terus bertambah dan bertambah.

Sebagai anak muslim harus menghindari sifat-sifat tercela yang dimiliki oleh Tsalabah, diantaranya dengan cara: menjaga mulut telinga, mata, tangan dan hati kita agar selalu mengingat kebesaran Allah Swt. Menyadari bahwa akhlak tercela akan menyiksa diri kita sendiri. Menyadari bahwa ingkar janji akan mendatangkan laknat Allah Swt

Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Tsa‟labah adalah:

1.      Selalu beribadah baik ketika sempit maupun lapang.

2.      Selalu syukur nikmat terhadap apa yang dikaruniakan Allah Swt.

3.      Menghindari sifat takabur dan kikir.

4.      Beribadah hanya karena Allah Swt. dan

Selalu menepati janji serta taat kepada Allah Swt.


Rangkuman

* Akhlak tercela dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

* Sifat-sifat tercela, yang dimiliki Tsa‟labah, antara lain tidak menepati janji, kikir, sombong, kufur nikmat, dan dzalim

* Kufur nikmat berarti mengingkari pemberian Allah Swt. dengan cara menyalahgunakannya, melalaikannya, atau memakainya untuk jalan yang dibenci (tidak diridhai) oleh Allah Swt.

* Ibadah yang dilanggar Tsa‟labah adalah zakat dan salat.

* Akibat berperilaku tercela

a. dimurkai Allah Swt.

b. tidak disenangi sesama

c. kesengsaraan di dunia dan azab di akhirat

* Hikmah yang dapat diambil dari kisah Tsa‟labah
a. Selalu beribadah, baik ketika sempit maupun lapang
b. Selalu syukur nikmat terhadap apa yang dikaruniakan Allah Swt.
c. Menghindari sifat takabur dan kikir
d. Beribadah hanya karena Allah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar